MAINSEPEDA
EJJ 2025: Makna Boneka Labubu yang Menemani Budi Suyanto
Ada yang berbeda dengan gaya Budi Suyanto saat mengikuti event East Java Journey (EJJ) 2025. Tetap eksentrik dengan jenggot panjangnya yang sekilas mirip karakter Master Roshi di anime Dragon Ball. Namun, kali ini di sepanjang perjalanan ia ditemani dengan boneka Labubu, karakter monster yang dibuat oleh ilustrator Hong Kong, Kasian Lung. 
1.500 Km: EJJ 2025 Mewujudkan Impian Dok Ayu
East Java Journey (EJJ) 2025 seperti mewujudkan impian lama dari cyclist asal Jakarta, Tri Ayu Lestari. Ia berkeingina untuk mengelilingi Jawa Timur dengan menggunakan kendaraan pribadi. Menikmati keindahan dan potensi wisatanya. Namun, impian tersebut malah terwujud dengan bersepeda. 
EJJ 2025 1.500 Km: Gelar Men Pair Milik Azrul Ananda-Joko Sumalis
Gelar juara East Java Journey (EJJ) 2025 kategori Men Pair 1.500 Km jadi milik pasangan Azrul Ananda dan Joko Sumalis. Keduanya finis dengan catatan waktu 151 jam 32 menit 36 detik. Sedangkan, pesaing terdekatnya Alfian Annadlori/Wahyudi masih dalam perjalanan.
EJJ 2025 1.500 Km: Juara Women, Patricia Apresiasi Tantangan Rute
Untuk ketiga kalinya, Patricia menjuarai East Java Journey (EJJ) di kelas Women 40 and Up. Tahun ini, perempuan yang sering disapa Ci Pat ini menyelesaikan rute 1.500 Km dengan catatan waktu 143 jam 55 menit 28 detik. Unggul cukup jauh dari satu-satunya pesaingnya di kelas Women 40 and Up, Tri Ayu Lestari.
EJJ 2025 600 Km: Rieco Finisher Pertama
Rieco Rinaldi jadi finisher pertama East Java Journey (EJJ) kategori 600 Km. Cyclist asal Sidoarjo ini hanya membutuhkan waktu 37 jam 28 menit 2 detik untuk menyelesaikan rute sejauh 609 Km. Ia finis hari kedua, Sabtu petang, 15 Februari 2025. 
EJJ 2025 1.500 Km: Wisli Sagara Fokus Berwisata, Tapi Podium!
Tak ada target waktu dan tujuan podium bagi Wisli Sagara ketika memutuskan mengikuti East Java Journey (EJJ) 2025. Ia hanya ingin berwisata, menikmati pemandangan indah alam di Jawa Timur. Tak lupa dengan berfoto, mengabadikan momen sembari ngopi santai di sepanjang perjalanan. 
EJJ 2025 1.500: Dwi Trijono Lumpuh, Bangkit, dan Podium!
Keteguhan dan semangat Dwi Trijono bisa jadi inspirasi bagi para cyclist ultra. Ia lumpuh, bangkit, dan kini meraih podium pertamanya di ajang ultra cycling, East Java Journey (EJJ) 2025. Ia keluar sebagai runner up di kelas Men 40 and Up usai menyelesaikan rute 1.500 Km dengan catatan waktu 121 jam 37 menit 39 detik. 
EJJ 2025 1.500 Km: Juara 40 and Up, Dony Meramu “Derita” Baru
Banyak kejutan yang dirasakan oleh Dony Febriana selama mengikut East Java Journey (EJJ) 1.500 Km. Yang terbesar ialah kepastian menjadi juara EJJ 2025 di kelas Men 40 and Up. Dony finis dengan catatan waktu 112 jam 55 menit 55 detik.