Kementerian Perhubungan (Kemenhub) merespon tren bersepeda yang kian marak selama pandemi coronavirus. Kemenhub rupanya mempersiapkan regulasi untuk mendukung dan melindungi keselamatan para cyclist ketika gowes.

Seperti halnya yang terjadi di berbagai belahan dunia, Indonesia termasuk salah satu negara yang dilanda bike boom. Jumlah pesepeda di kota-kota besar semakin meningkat selama pandemi coronavirus ini

"Dalam masa transisi adaptasi kebiasaan baru memang ada peningkatan jumlah pesepeda terutama di kota-kota besar seperti Jakarta," ucap Adita Irawati, Juru Bicara Kementerian Perhubungan dalam keterangan resminya.

"Oleh karenanya regulasi ini nanti akan mengatur hal-hal seperti alat pemantul cahaya bagi para pesepeda, jalur sepeda serta penggunaan alat keselamatan lainnya oleh pesepeda," imbuh Adita.

Adita menambahkan, dalam Undang-Undang Nomor 22 Tahun 2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan, sepeda di kategorikan sebagai kendaran tidak bermotor. Oleh karena itu pengaturannya dapat dilakukan oleh pemerintah pusat maupun pemerintah daerah.

"Pada prinsipnya kami sangat setuju adanya aturan penggunaan sepeda. Mengingat animo masyarakat yang sangat tinggi harus dibarengi dengan perlindungan terhadap keselamatan pesepeda," jelas Adita.

"Kami akan mendorong pemerintah daerah untuk mengatur penggunaan sepeda ini. Minimal dengan menyiapkan infrastruktur jalan maupun ketentuan lain yang mengatur khusus para peseda ini di wilayahnya masing-masing," tutupnya.(mainsepeda)

Episode Kedua Podcast Main Sepeda Bareng AZA x Johnny Ray:

Audionya bisa juga didengarkan di Spotify

Foto: Bikeberry

Populer

Neilson Powless Rusak Skenario Wout van Aert dkk di Dwars door Vlaanderen 2025
Pompa Ban Anda sesuai Berat Badan
Herbamojo, Suplemen untuk Mendukung Stamina Tetap Prima
Kediri Dholo KOM: 10 Rekomendasi Kuliner Kediri Versi Warlok Ivo Ananda, Cobain Yuk!
Kolom Sehat: Meri, tapi Bukan Anak Bebek
Tips Memilih Lebar Handlebar yang Ideal
Tua-tua Keladi, Primoz Roglic Rebut Juara Volta di Catalunya 2025
Kolom Sehat: Hari Apes Nggak Ada di Kalender
Bintaro Loop: Trek Menantang dan Fasilitas Lengkap
Kediri Dholo KOM 2024: Kisah di Balik Simpang Lima Gumul