Kolom Sehat: Rebutan Jersey Kuning pada 2022

| Penulis : 


Saat ini event gravel sedang naik daun. Saya sendiri baru saja melalui salah satu event gravel yang tersohor. Meski demikian, perhatian utama masyarakat umum ke dunia sepeda tentu saja ke penghelatan lomba Grand Tour di Perancis ini, yakni Tour de France.

Tak terasa sudah memasuki Juli 2022. Sudah waktunya pro peloton papan atas rebutan jersey kuning lagi. Walau Jumbo-Visma berjersey kuning, tapi yang diperebutkan di Prancis adalah maillot jaune. Inilah penanda pencetak waktu terbaik dalam perlombaan Tour de France dari awal sampai akhir.

Yang saya sesalkan adalah Mark Cavendish dan Julian Alaphilippe tidak ikut berlaga pada tahun ini. Para fans Eddy Merckx, termasuk teman saya yakni Om Dietmar, bisa bernapas lega. Rekor kebanggan orang Belgia tidak dilampaui Cavendish.

Eddy dan Mark sama sama memperoleh 34 kemenangan etape di ajang Tour de France. Cavendish baru saja menjuarai Kejuaraan Nasional Britania Raya. Berharap bisa mengalahkan rekor Eddy Merckx di Tour de France tahun ini. Ttapi apa daya, keadaan berkata lain. Tim QuickStep lebih memilih Fabio Jakobsen.

Nah untuk perebutan yellow jersey, kelihatannya Tadej Pogacar makin kuat posisinya. UAE Team Emirates juga mempersiapkan tim pendukung Pogacar yang lebih solid. Paling tidak mereka berusaha mengumpulkan atlet-atlet terkuat untuk mendukung Pogacar. Macam Marc Soler dan Rafal Majka.

Sepertinya hanya Primoz Roglic dan tim Jumbo-Visma yang bisa mengimbangi Pogacar dan UAE Team Emirates. Tapi ini di atas kertas. Bagaimana kenyataannya, kita harus bersabar sampai pertengahan minggu kedua.

Yang penting kejadian-kejadian konyol seperti ulah penonton tahun lalu, tidak terulang kembali. Biarlah muncul tim kuda hitam yang bisa mengejutkan, serta membuat peta persaingan lebih semarak.

Tentu saja sepeda-sepeda yang digunakan para atlet papan atas ini juga membuat saya penasaran. Sepeda itu mau diapakan lagi supaya lebih cepat. Toh UCI punya standar berat dan geometri frame. Bagaimana cara pabrikan menyiasatinya selalu menjadi tolok ukur pesepeda sedunia.

Semoga Tour de France kali ini bisa menarik untuk ditonton. Juga memberi arah baru pesepeda sedunia. Apa pun itu, biarlah olahraga sepeda ini tetap bisa bergairah dan menarik untuk pesepeda baru. Sekian. (mainsepeda)

Podcast Main Sepeda Bareng AZA x Johnny Ray Episode 95

Foto: ASO, Getty Images

Populer

Neilson Powless Rusak Skenario Wout van Aert dkk di Dwars door Vlaanderen 2025
Tips Supaya Cyclist Perempuan Tetap Cantik
Pakai Skinsuit, Cara Paling Instan untuk Cepat
Nanjak Rame-Rame ala Komunitas
Tour of California 2018: Egan Bernal Tunjukkan Kelas di Tanjakan HC
Pompa Ban Anda sesuai Berat Badan
Hanya 250 Unit, Specialized Tarmac SL6 World Champion
First Ride Eksklusif - Ketagihan Naik All-new SuperSix Evo di Jerman
Velodrome Rumput; Kehebohan Baru dari Kansas
Brompton Monas Cyclist Taklukkan Paris-Brest-Paris 1.200 km Dalam 82 Jam