Kolom Sehat: Kabur Dulu Yuk!

| Penulis : 

Tiba-tiba seruan hashtag #kaburduluyuk begitu menggema di media sosial, bahkan yang berkomentar menganggapi seruan ini sampai ke pejabat level Menteri. Intinya seruan kepada rakyat Indonesia yang gerah dengan keadaan dalam negeri agar kabur ke luar negeri karena niscaya di luar negeri keadaan akan lebih baik. Katanya di luar sono, kesejahteraan akan lebih terjamin pekerjaan akan lebih tersedia dan dihargai.

Menurut saya sebagai pesepeda konteks kabur dulu yuk ini menarik. Tentu saja dengan point of view yang lebih sempit ya.

Bukan rahasia kalau kehidupan pekerjaan di Indonesia sedang lesu, mungkin bukan hanya di indonesia saja. Bila pekerjaan ini lesu, tentu saja mengakibatkan stres yang meningkat. Stres bagaimana mengatur jalannya roda ekonomi di tengah himpitan keadaan yang seakan makin lama makin tidak kondusif.

Baca Juga: Meniru Pogi Strategi Teranyar Jonas Vingegaard dkk

Nah, maka itu kabur dulu yuk. Tapi tenang, kalau cyclist itu kaburnya ke situ situ aja. Dan juga menurut saya, pesepeda ini yang duluan memikirkan kabur atau minggat secara periodik.

Ngga percaya? Liat aja event minggat sepedaan banyak loh! Ada yang barusan digelar, ada yang digelar hampir setiap bulan, ada juga acara Agustus-an yang sedang dinanti nanti khalayak ramai. 

Pesertanya cukup banyak juga, ternyata yang niat kabur banyak juga. Entah apa yang dialami di rumah hingga mereka ini suka banget kabur. Mungkin kalau event ditambah durasinya masih ada pesertanya mungkin. Ini mungkin lo ya. Takutnya habis ini ada event yang bulanan atau bahkan tahunan wkwkwkwk

Kabur itu memang menyenangkan. Lepas dari sebuah masalah kabur aja, masih banyak yang tanya ke saya om urus visa sepedaan minggat gimana? Soalnya saya sulit dapat izin.

Ya kan namanya aja kabur, ngapain minta izin ya? Kalau izin namanya kan bukan kabur atau minggat kan. Tenang saja, menurut saya kaburnya anak sepeda ini sehat, kaburnya masih balik lagi kok. 

Baca Juga: EJJ 2025: Atasi Pegal Hingga Kulit Kering Bersisik

Kembali lagi ke masalah kabur ke luar negeri tadi. Katanya luar negeri begitu ramah kan? Faktanya memang Indonesia kan sudah mengirim tenaga kerja ke beberapa negara secara rutin sejak lama. Para siswa yang meneruskan pendidikan ke jenjang mahasiswa juga banyak yang meneruskan ke luar negeri, banyak yang kembali, ada juga yang menetap di luar negeri .

Menurut saya hal, kabur dulu yuk ini sudah menjadi bagian dari kehidupan kita sejak lama, baik dalam skala kabur jauh ke luar negeri maupun kabur untuk balik lagi seperti pesepeda minggat itu. 

Tentang kabur itu balik apa tidak, sangat kembali ke individu masing-masing. Buktinya bule atau orang luar yang kepingin di sini juga ada kan. Mungkin bila kata-kata “kabur dulu yuk “ terlalu tajam. Bisa diganti kata kata om Raffi Ahmad “Pergi migran, Pulang juragan“ , sehingga bila kabur pun pastikan anda sukses layaknya juragan. Sekian. (Johnny Ray)

Populer

Kolom Sehat: Kabur Dulu Yuk!
Preview Omloop Het Niewsblad: Wout van Aert Kandidat Juara Pembukaan Spring Classics
Meniru Pogi Strategi Teranyar Jonas Vingegaard dkk
Pogacar Juara Umum UAE Tour 2025
Herbamojo, Suplemen untuk Mendukung Stamina Tetap Prima
Pompa Ban Anda sesuai Berat Badan
Kolom Sehat: Dumay Vs Dunya
Lachlan Morton Cetak Rekor Gila, Lagi!
EJJ 2025: Atasi Pegal Hingga Kulit Kering Bersisik
Bianchi Merilis Sprint, Road Bike dengan Harga Terjangkau