Produsen komponen Amerika Serikat, SRAM, menggemparkan dunia sepeda ketika merilis SRAM RED eTap AXS 12-Speed wireless electronic groupset Januari lalu. Sangat canggih, tapi juga sangat mahal.

April ini, mereka memenuhi janji. Merilis versi lebih “murah.” Yaitu SRAM Force eTap AXS. Pemakaian bahan lebih simpel membuat grupset baru ini sekitar 300 gram lebih berat, tapi harganya jauh di bawah SRAM RED eTap AXS. Bisa lebih dari USD 1.000 untuk satu set.

Harus digarisbawahi, SRAM Force eTap AXS ini memiliki fitur-fitur yang sangat mirip dengan SRAM RED eTap AXS. Bedanya ada pada pemakaian bahan. Force tidak seeksotis RED.

Dengan grupset ini, peminat bisa memilih versi 2x atau 1x (dua atau satu chainring di depan). Juga dengan ukuran chainring yang eksklusif SRAM. Yaitu 48-35 atau 46-33. Ukuran lebih besar, 50-37, hanya tersedia untuk SRAM RED.

Di belakang, pilihan sproketnya mirip. Bisa 10-26, 10-28, atau 10-33. Sekali lagi bahan sproketnya beda, versi RED lebih ringan.

SRAM Force eTap AXS juga bisa disetel lewat aplikasi SRAM. Bahkan, kalau mau, komponen Force dan RED bisa saling tukar. Baik yang versi disc brake maupun rim brake.

Soal berat, versi rim brake adalah kisaran 2.400 gram. Versi disc brake sekitar 2.800 gram. Hanya sekitar 300 gram lebih berat dari SRAM RED eTap AXS.

SRAM tentu berharap, SRAM Force eTap AXS akan menjadi mesin penjualan utama. Karena pasarnya jauh lebih besar daripada SRAM Red. Sama seperti di Shimano, di mana Ultegra jauh lebih massal daripada Dura-Ace. (mainsepeda)

        

 

Populer

Neilson Powless Rusak Skenario Wout van Aert dkk di Dwars door Vlaanderen 2025
Pompa Ban Anda sesuai Berat Badan
Herbamojo, Suplemen untuk Mendukung Stamina Tetap Prima
Kediri Dholo KOM: 10 Rekomendasi Kuliner Kediri Versi Warlok Ivo Ananda, Cobain Yuk!
Kolom Sehat: Meri, tapi Bukan Anak Bebek
Tips Memilih Lebar Handlebar yang Ideal
Tua-tua Keladi, Primoz Roglic Rebut Juara Volta di Catalunya 2025
Kolom Sehat: Hari Apes Nggak Ada di Kalender
Bintaro Loop: Trek Menantang dan Fasilitas Lengkap
Kediri Dholo KOM 2024: Kisah di Balik Simpang Lima Gumul